Bangun budaya tanggap Gempa Bumi, BMKG gelar SLG

Andalasnews, Kerinci - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), melalui stasiun Geofisika Kepahiang menyelenggarakan kegiatan Sekolah Lapang Gempa Bumi dengan tema "Membangun Budaya Tanggap Gempa Bumi dan Tsunami".

Bertempat di Aula Yayasan Baitul Husna, Desa Sungai Pegeh, Kecamatan Siulak, Kabupaten Kerinci, kegiatan yang dilaksanakan selama dua hari yakni, tanggal 26 - 27 Oktober 2021. Sekolah Lapang Gempa Bumi (SLG) dihadiri dan dibuka langsung oleh Bupati Kerinci Adirozal, Kepala BPBD kabupaten kerinci, Darifus, Kepala BMKG Kepahiang, Litman, ST, M.ling, kepala balai wilayah II Ciputat, Hendro Nugroho, Mt., pihak polri, TNI dengan diikuti Oleh 50 peserta.

kepala balai wilayah II Ciputat, Hendro Nugroho, dalam sambutannya, menyampaikan Sekolah Lapang Gempa Bumi ini merupakan salah satu ikhtiar untuk memperkuat dan meningkatkan kapasitas Pemerintah Daerah, sekaligus membangun sikap tanggap terhadap Gempa Bumi bagi masyarakat yang berada di wilayah potensi gempa bumi untuk mewujudkan masyarakat siaga gempa bumi di Kabupaten Kerinci

"Wilayah Kabupaten Kerinci Rawan terjadi gempa Bumi, jadi sekolah lapang gempa bumi ini sangat penting dilakukan,"ujarnya, Senin (26/10/2021).

Dikatakannya lagi, Sekolah Lapang Gempa Bumi ini dilakukan Agar bisa bersikap ketika terjadi gempa Bumi cara evakuasi sehingga tidak menelan korban dan kepanikan.

"Dengan adanya pelatihan Sekolah Lapang Gempa Bumi nantinya cara evakuasi saat terjadi Gempa Bumi tidak terjadi kepanikan,"bebernya.

Sementara itu, Muhammad Sadly, Deputi Bidang Geografi, melalui zoom mengucapkan terima kasih atas kehadiran bupati Kerinci, dengan hadirnya Bupati Kerinci ini menunjukkan penting Sekolah Lapang Gempa Bumi.

"Kehadiran Bupati Kerinci menunjukkan pentingnya Sekolah Lapang Gempa Bumi di Kabupaten Kerinci dan kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran Pak Bupati,"ucapnya.

"Sekolah Lapang Gempa Bumi ini di laksanakan agar pemahaman kepada peserta dalam mengatasi ketika terjadi gempa,"tambahnya.

Sekolah Lapang Gempa Bumi ada 30 lokasi dilaksanakan, salah satunya Kabupaten Kerinci menjadi tempat karena kabupaten kerinci menjadi wilayah yang sering terjadi gempa bumi.

"Dengan adanya SLG ini, kita ingin mewujudukan masyarakat siap siaga setiap terjadi gempa bumi, dan Menghasilkan insan insan yang bisa menerapkan apa yang telah di ajarkan sekolah lapang gempa bisa disampaikan ke masyarakat,"imbuhnya.

Bupati Kerinci Adirozal, yang membuka secara langsung acara Sekolah Lapang Gempa, dalam sambutannya, sangat apresiasi yang setinggi-tingginya untuk BMKG Kepahiang yang memilih kabupaten kerinci sebagai salah satu daerah kabupaten kerinci menjadi tempat Sekolah Lapang Gempa (SLG).

"Kabupaten kerinci memang rawan terjadi Gempa Bumi, dengan adanya pelatihan Sekolah Lapang Gempa Bumi ini, sebagai Bupati Kerinci sangat berterima kasih kepada BMKG Kepahiang yang memilih Kerinci sebagai tempat Sekolah Lapang Gempa,"ucap Bupati Kerinci AdiRozal.

Bupati Kerinci Adirozal juga menambahkan, Demi acara ini, acara di DPRD Kabupaten Kerinci saya tunda, karena kegiatan Sekolah Lapang Gempa Bumi ini sangat penting untuk dilakukan di Kabupaten Kerinci.

"Sangat terimakasih ke BMKG, tapi kegiatan ini jangan sekali saja, sebab Kabupaten Kerinci mempunyai 285 Desa yang mempunyai potensi semua, sinergitas antara Kabupaten Kerinci dengan BMKG Kepahiang untuk selanjutnya sangat diharapkan, agar Sekolah Lapang Gempa ini menjadi gambaran untuk kita evakuasi saat terjadi gempa Bumi,"harapnya.

"Pelatihan dalam melakukan evakuasi saat terjadi gempa bumi di kerinci sangat penting dilakukan. Jadi saya sampaikan ke Kepala BPBD Kabupaten Kerinci untuk melaksanakan pelatihan ini di Kabupaten Kerinci dan bersinergi dengan BMKG,"tutupnya. (And)