Menakar Kekuatan Paslon Walikota Sungai Penuh, Politisi VS Akademisi

                 Bukhari Mualim 
                      (Akademisi)

ANDALASNEWS.COM, SUNGAI PENUH - Pertarungan bakal calon Wali Kota Sungai Penuh 2020, semakin memanas, namun sampai saat ini belum tampak jelas sebaran kekuatan dukungan masing-masing paslon. Sampai saat ini masing-masing paslon masih sebatas saling klaim paling banyak mendapat dukungan. Untuk itu Kerincinews.com menyempatkan diri berdiskusi dengan pengamat politik Kerinci Sungai Penuh Bukhari Muallim di kediamannya, Senin, (19/10). 
Dikediamannya Bukhari mengatakan bahwa, Pilwako Sungai Penuh saat ini adalah pertarungan Politisi VS Akademisi. Dosen STIA-NUSA Sungai Penuh ini mengatakan bahwa, majunya Fikar Azami yang berpasangan dengan Yos Adrino bisa dikatakan sebagai lambang tokoh politisi murmi. Karena saat ini Fikar merupakan Ketua Demokrat Kota Sungai Penuh dan pernah menjadi Ketua Legislatif. Kemudian menjadi lengkap ketika Yos diplot sebagai pasangannya, dimana yos saat ini merupakan pengurus DPW PAN dan pernah menjadi anggota legislatif.. Jadi ini jelas bisa dikatakan bahwa Pasangan Calon Fikar dan Yos DNAnya merupakan politikus murni. 
Sementara sebaliknya pasangan calon Ahmadi antos yang menjadi konpititor di Pilwako Kota Sungai Penuh merupakan dua akademisi kondang di Kerinci dan Kota Sungai Sungai Penuh Karena keduanya merupakan pimpinan perguruan tinggi. Disamping itu keduanya terlibat banyak dalam organisasi kepemudaan dan kemasyarakatan. Jadi jelas DNA keduanya merupakan akademisi murni. 
Disamping itu, ia menyebut hakikatnya pemilihan kepala daerah (pilkada) sangat dipengaruhi oleh aspek popularitas. Dan kedua Paslon menurutnya merupakan tokoh yang memiliki popularitas tinggi. 
“Siapa sih yang tidak kenal dengan Fikar anak walikota dan Yos mantan legislatif ? siapa yang tidak kenal dengan Ahmadi dan Antos pimpinan perguruan tinggi di Kerinci Sungai penuh ? Karena memang aspek popularitas itu menjadi faktor penting dalam persaingan calon. Karena itulah saat nama kedua paslon tersebut masuk dalam daftar calon wali kota, isu itu semakin kencang,” bebernya kepada Kerincinews.com.
Menurutnya paslon nomor urut 1 yang merupakn pimpinan perguruan tinggi dan dengan banyaknya alumni dari kedua perguruan tinggi tersebut tentu bisa dijadikan modal. Namun tentunya ini juga sangat ditentukan sejauh mana keduanya mampu melakukan komunikasi politik dengan para alumni.
"Dengan dua perguruan Tinggi yang banyak melahirkan alumni merupakan modal bagi Ahmadi dan Antos, namun tentu akan sangat ditentukan oleh komunikasi politik yang dibangun oleh keduanya, mampu tidak keduanya memberikan sesuatu yang berbeda sehingga para alumni betul-betul terpanggil secara emosional untuk menjatuhkan pilihan terhadap keduanya." Jelas Bukhari Muallim.

Disamping itu paslon 1 memiliki basis pemilih yang jelas, dimana gabungan Pesisir Bukit dan Pondok Tinggi merupakan kekuatan yang tak terbendung bila mendapat sentuhan komunikasi politik yang konfiden. Belum lagi pengalaman Ahmadi yang merupakan seorang petarung yang pernah bersaing sengit dengan Asyafri Jaya Bakri yang merupakan ayah kandung dari Fikar Azami, dan itu terjadi sampai putaran kedua. Ditambah kekuatan para relawan antos. Seperti diketahui bahwa antos merupakan ketua PSSI kota Sungai Penuh dan lama berproses di KNPI Kerinci dan Kota Sungai Penuh..
Sementara itu menurut Bukhari, paslon 2 Fikar dan Yos merupakan kekuatan yang tidak bisa dianggap main-main. Fikar yang merupakan anak dari Walikota Sungai Penuh aktif saat ini, bisa dikatakan sebagai inkamben. Menurutnya ini merupakan modal besar bagi paslon 2 dalam tebar pesona dikalangan birokrat dan pengusaha. Belum lagi Fikar pernah menjadi anggota legislatif dan menduduki Ketua DPC Demokrat Kota Sungai Penuh saat ini, yang secara otomatis akan menjadi mesin politik terdepan untuk memenangkan pasangan ini. 
"Secara politik, dimana saja kekuatan petahana saat itu merupakan hal yang sangat diperhitungkan, walau bagaimanapun itu bisa menjadi pengaruh yang besar. Disamping itu kitakan tau Fikar itu mantan legislatif dan petinggi demokrat, banyak sedikit ini akan menjadi penentu penguatan paslon 2 dalam pergerakannya." Jelas Bukhari Muallim
Saat ditanya pengaruh partai pengusung terhadap perolehan suara nantinya, Bukhari tidak menampik bahwa partai salah satu penentu kemenangan. Namun menurutnya secara emosional orang-orang partai bisa saja tidak mendukung calon yang diusung partainya.
"Dalam politik partai bisa saja menjadi kekuatan besar dalam gerakan pemenangan, tapi juga bisa sebagai penggerus kekuatan internal. Siapa bisa jamin secara emosiaonal orang-orang partai mendukung calon yang diusung partainya, siapa yang tau ?," Jelasnya.
Selanjutnya, menutup diskusi Kerincinews.com dengan Dosen Politik dan Kepemimpinan ini. Bahwa yang paling menentukan dalam sebuah pertarungan tetaplah strategi merebut hati masyarakat. Terutama basis-basis masa tak bertuan yang memiliki pemilih yang banyak seperti Hamparan Rawang. Kemudian Bukhari Muallim melihat kebelakang pengalaman pada Pilkada Kerinci, menurutnya siapa sangka H. Murasman menang saat Pilkada Kerinci 2008. 
"Strategi pemenangan dengan segala potensi dan kekuatan, tetaplah menjadi penentu kemenangan dalam pertarungan politik, coba simak sejarah politik kerinci 2008. Disamping itu saya melihat Hamparan Rawang sebagai salah satu wilayah Penentu Kemenangan." Tutup Bukhari Muallim. (Noha).

Posting Komentar

0 Komentar