HARIMAU TEROR WARGA MASGO HULU


Andalasnews.com, Kerinci - (11/8/2020). Warga Masgo Ulu, Kecamatan Gunung Raya kembali digemparkan oleh munculnya seekor Harimau belang dewasa.

Alpiadi Menceritakan, Kejadian muncul nya si belang sumatera bermula saat ia dan dua rekannya hendak memanen tembakau di ladang miliknya yang berlokasi di masgo hulu, kec. Gunung Raya - kab. Kerinci.

Sekitar Pkl. 21.00 Wib. disaat mereka masih terjaga, terdengar suara yang mencurigakan dari bawah rumah.
saat diintip ternyata mereka mendapati seekor harimau dewasa sedang mengitari rumah mereka.

"Pas kami senter kebawah rumah, teryato ado seekor harimau besar". Ungkap Alpiadi.

menyaksikan belang Harimau sumatera yang tertimpa sorotan cahaya lampu senter, sontak saja membuat nyali ke tiga penghuni rumah tersebut menjadi ciut.

Tak ada satupun dari mereka yang berani untuk keluar rumah, jangankan keluar rumah guna melakukan perlawanan, bersuara saja mereka tak ada yang berani. mereka hanya bisa saling melirik dan menatap wajah satu sama lain disertai perasaan takut dengan tubuh panas dingin.

Ketiga orang tersebut merasa seakan terhipnotis karena mendengar suara auman si belang sumatra yang saat itu masih saja terus berada dibawah rumah.
Hewan ganas tersebut mencakar apa saja yang dilihat didepan mata nya. bahkan sepatu mereka tak luput menjadi sasaran, dikunyah dan dicabik-cabik oleh si belang sumatera.

"Pagi hari sekitar Pkl. 06.00 wib, barulah harimau itu pergi sambil mengibaskan ekornya meninggalkan rumah kami".

Sepatu yang terkoyak karena cakar dan gigitan Harimau

Alpiadi mengaku Trauma dengan adanya kejadian Harimau mengamuk di rumahnya. Bahkan nyaris mengancan nyawa nya dan dua orang temannya itu.
Tembakau yang belum sepenuhnya dipanen akhirnya ditinggalkan begitu saja karena takut harimau tadi kembali mengamuk.

Disisi lain, Pak yusuf  salah seorang sesepuh di kawasan masgo ulu menyebutkan, berdasarkan pengalaman dan cerita dari tetua dahulu, biasanya kemunculan si belang sumatera di perladangan atau di pemukiman warga tidaklah sembarangan, melainkan karena adanya sesuatu yang dipandang sudah menyalahi pantangan.

"Maklumlah kito ni hidup di Rimbo, tentu Ado Adab dan Adat nyo. Nyundak kito nak basing bae. Bakato jangan nak takabur, kasungai nak babaso. Banyak lah yang harus kito turut supayo kito aman". Katanya lagi.

Pak yusuf juga menjelaskan bahwa ada dua jenis harimau yang mendiami Alam ini, yaitu harimau pengganggu dan harimau ghaib.

"Harimau penganggu itu harimau yang sifat nyo nyato, bisa nyo nyerang dan makan manusio atau ternak kito. Kalau harimau gaib dak nampak. Liyau tu "srabat ulu balang dari leluhur kito". Terang sesepuh itu secara panjang lebar.

Terkait harimau mengamuk, Pak harves, warga masgo ulu juga mengatakan hal yang serupa, seperti yang disampaikan oleh pak yusuf.

"Biasonyo kemunculan uhang tuo tu karno ado yang melanggar pantang. Yang paling cepat untuk mengundang kedatangan beliau (red. Harimau) adalah mengganggu isteri orang, darah buruk, hamil pertama". Ungkap nya.

Dari sekian banyaknya riwayat tentang sang raja rimba banyak sekali yang menceritakan tentang adanya harimau ghaib. mengingat Sejak dahulunya di Andalas (Sumatera), manusia telah lama hidup berdampingan dengan harimau.

Masyarakat di Sumatera sangat menghormati satwa berkharisma ini. Berdasarkan kisah legenda, hubungan antara manusia dan harimau mengandung dimensi spiritual, dan hal inilah yang melindungi keberadaan Harimau Sumatera di hutan Sumatera.

Masyarakat Kerinci juga berkeyakinan bahwa harimau harus dihormati, sehingga pantang bagi siapa pun yang masuk ke dalam hutan dan menyebut “harimau”. Mereka harus menyebutnya dengan panggilan layaknya manusia, seperti “dio”, “liyau”, atau “uhang tuo dalam imbo”.

Ilustrasi spiritual

Penghormatan ini karena harimau dianggap makhluk yang telah lebih dulu menempati wilayah Kerinci jauh sebelum kedatangan manusia.

Bila masyarakat melihat ada Harimau Sumatera yang masuk ke dalam pemukiman, maka ini menandakan bahwa ada larangan adat dan hukum moral yang dilanggar oleh orang yang ada di pemukiman tersebut. Karena peran pentingnya sebagai penjaga kedamaian di Bhumi Sakti Alam Kerinci ini.

Harimau sangat lekat dengan budaya tanah Sumatera. Secara umum, masyarakat di Sumatera melihat satwa ini sebagai hulubalang yang menjadi penjaga yang membuat kehidupan mereka aman dan terjauh dari marabahaya.

Sayangnya, kearifan lokal ini secara perlahan mulai tergerus oleh zaman dan kebutuhan ekonomi, sehingga harimau justru terancam keberadaannya. Konflik antara harimau dan masyarakat semakin banyak terdengar, baik yang meminta korban manusia, atau lebih banyak lagi yang meminta korban harimau.

Sebagai satwa yang berkharisma, harimau telah menginspirasi banyak orang dan budaya, tak hanya di Indonesia, namun juga di dunia.
Dan tanpa kita sadari, harimau telah melekat dan menjadi bagian dari identitas banyak hal di Indonesia, khususnya di Sumatera.

Sebagai masyarakat Indonesia, kita memiliki kewajiban untuk menjaga dan memastikan Harimau Sumatera tetap hidup lestari di habitatnya. Karena dengan lestarinya Harimau Sumatera di hutan Indonesia, berarti kita telah menjaga budaya warisan nenek moyang kita, menjaga satwa kebanggaan negara kita, dan menjaga identitas kita.
(Andi Pramono)


Posting Komentar

0 Komentar