Perhelatan kenduri sko sebagai sebuah pesan kebudayaan masyarakat Sakti Alam Kerinci

Oleh : SAFWANDI, S. AP,DPT
Gelar SKO : IJUNG PUTIH TUO

Dalam Tradisi kerinci gambar diatas disebut "Jamba"

"Manusio menangkap kias, hewan menangkap pukul"

Manusia menangkap kias Maksudnya ; manusia itu diajarkan dengan kiasan, melalui (perumpamaan).

Firman Allah ; "Sesungguhnya Allah tiada segan membuat perumpamaan berupa nyamuk atau yang lebih rendah dari itu. Adapun orang-orang yang beriman, maka mereka yakin bahwa perumpamaan itu benar dari Tuhan mereka, tetapi mereka yang kafir mengatakan: "Apakah maksud Allah menjadikan ini untuk perumpamaan?". Dengan perumpamaan itu banyak orang yang disesatkan Allah, dan dengan perumpamaan itu (pula) banyak orang yang diberi-Nya petunjuk. Dan tidak ada yang disesatkan Allah kecuali orang-orang yang fasik".
(Al- Baqararah : 26)

Hewan menangkap pukul maksudnya ; Hewan atau binatang akan menangkap, atau mengerti apabila ia dipukul.
(Kuda akan berlari bila dicambuk)

Sayangnya, karena ketidak tahuan kita akan isi Budaya leluhur, sehingga kita jadi salah mengartikannya, Bahkan sangat menyelimpang dari maksud serta tujuan dari kiasan yang sebenarnya.

Sebagai salah satu contoh adalah, kita beranggapan bahwa segala bentuk peralatan yang disediakan dengan aneka macam ragam seperti, pisang basikek, aneka warna bunga yang diikat jadi satu, telur, lemang dll, yang diadakan di "umah Gedang" khususnya pada acara² sakral seperti kenduri "Sko", kita pandang sebagai sesajen atau sesembahan yang diperuntukkan bagi makhluk halus.

Padahal peralatan yang kita anggap sesajen tersebut yang secara umum disebut masyarakat kerinci dengan istilah "Jamba" , adalah alat (benda) yang berguna untuk mengajarkan kita sebagai keturunan (anak cucu), supaya mempunyai keluhuran akhlak dan budi pekerti yang tinggi.

Pisang sasikek bermakna satu perut, kelebu, tumbi atau suku (satu keluarga/keturunan).
tak ubahnya seperti jari jemari yang lima. Semua mempunyai peran dan berguna.

Telunjuk dalam strata Adat umpama Depati (Raja) yang mempunyai peran tertinggi. tugasnya memberi perintah  dan menerima kata sudah.
"Kato Rajo kato melimpah
Kato Depati kato meti"

Ibu jari seumpama penasehat atau cendikiawan "tempat batuik batanyo".
Hancurnya sebuah organisasi karena penasehat salah dalam menasehati.

Atau ibu jari boleh juga dikiaskan sebagai induk (inang).
bengal atau nakalnya seorang anak karena kurangnya perhatian serta didikan dari inang pengasuh.

Jari tengah seumpama Pemangku, yang bertugas memangkukan kato rajo, mangkukan kato jenang.
Seorang pemangku mesti arif, pandai menyelesaikan perkara "Bilo nyo kusut tempat bausai, bilo nyo silang tempat bepatut, bilo renggang tempat bupadu"

Jari manis umpama Paramenti (Ninik mamak) yang memegangkan teropong yang amat teruh (Terang), untuk meneropong anak buah anak kemenakan.

Jari kelingking umpama orang kecil (Miskin), ia berguna sebagai pesuruh.

SAFWANDI, S. AP, Mgk
Gelar : Ijung Putih Tuo

Makna bunga yang beraneka macam diikat jadi satu, mulai dari yang paling wangi sampai yang aromanya tak sedap. Ini bermakna sama dengan pisang sikek seperti yang dijelaskan tadi. Walaupun ia berbau tak sedap, dan bila dicontohkan pada manusia, namun ia adalah keluarga ataupun sanak kita juga.

Jangan sampai karena sanak kita miskin lalu kita memandangnya dengan sebelah mata. Sesuai pepatah Adat mengatakan "Tibo dimato jangan dipicingkan, tibo diperut jangan dikempiskan, bujalan jangan murenjeng kaki. Itu salah kato Adat, Batal kato serak, idak betul kato ico pakai".

Makna telur adalah ; Kenyataan menunjukkan motivasi dari dalam lebih tahan lama dan lebih kuat energinya daripada motivasi dari luar.
Bila dikiaskan pada serak (Agama) juga berarti "Yang membuat manusia hidup adalah karena adanya Dzat Allah pada tubuh kita.
Pada kajian tasyawuf ( sifat 20) dikatakan "Nyato Hayat Aku pado Hidup mu"

Makna/Filosofi lemang ; bak pepatah Adat mengatakan "Jangan lemak karno santan, Manis karno gulo. Karno gulo matilah semut, karno duso rahmat dicabut"

Insya Allah. Bersambung...

Posting Komentar

0 Komentar