Sungguh mengharukan, Dibalik profesi seorang komisioner wanita...

Ket : kiri, Beri hermawati (Anggota Komisioner KPID Prov. Jambi)
Kanan : Soraya, Badut

Andalasnews.com, Jambi - Siapa sangka dibalik kesibukkan nya sebagai seorang Komisioner, Beri hermawati yang sudah dua periode menjabat sebagai anggota Komisi penyiaran indonesia daerah (KPID) provinsi jambi, disela- sela kesibukkannya masih menyempatkan waktunya untuk menyapa kalangan pinggiran.

Seperti yang dilakukan Beri Pada hari itu, jum'at (21/2/2020). seperti biasanya pada hari itu Beri kembali disibukkan dengan aktivitasnya. Namun untuk kali ini dirinya benar-benar sudah bertekad untuk datang dan menghampiri seorang ibu muda yang sering dilihatnya berada di perempatan lampu merah mayang, kota jambi.

Setelah dekat Mata beri langsung berkaca kaca. Beri sedih, hatinya renyuh melihat hebatnya perjuangan seorang ibu muda sembari menggendong anaknya yang belum genap berusia satu tahun dibalik tajamnya sengatan matahari.

Beri seakan baru tersadar, ternyata banyak perempuan diluar sana yang nasibnya jauh lebih memprihatinkan dari pada kita, ungkap beri.

"Hari ini saya melihat langsung ia di persimpangan lampu merah, seorang perempuan perantauan dan bertahan hidup sembari mengais rezeki bersama buah hatinya, dengan seragam badut di bawah panas terik matahari sembari menggendong anaknya yang masih kecil". Tutur beri pada Andalasnews.com, sesekali Beri berhenti bercerita karena dirinya harus menahan isak kesedihan membayangkan peristiwa yang barusaja ditemuinya pada hari ini.

Beri tidak mungkin bisa berlama lama mendengarkan keluh kesah serta curahan kesedihan dari ibu muda yang berprofesi sebagai badut tersebut, Karena beri harus kembali bekerja untuk mengemban tugas yang telah diamanatkan oleh negara pada dirinya sebagai seorang Komisioner KPID Provinsi jambi, untuk mewujudkan penyiaran yang sehat serta mampu mengedukasi masyarakat.

Namun Sebelum dirinya berlalu dari hadapan ibu muda yang ditemuinya itu, beri menyempatkan diri untuk menyisihkan sedikit uang jajan sekedar untuk membeli susu anak dari badut tersebut.

"Alhamdulillah, keprihatinan ini bukan atas gagasan saya sendiri, juga ada keterlibatan teman-teman" ungkap beri. (And)

Post a Comment

0 Comments