Pemerintah Arab Saudi Tutup Pintu Umroh Sementara Akibat Corona

Andalasnews, Pontianak - Untuk mencegah masuknya virus Corona, Pemerintah Arab Saudi secara resmi menutup sementara pelaksanaan ibadah Umroh dinegaranya, Kamis (27/2/2020).

Hal inipun menimbulkan dampak yang luar biasa bagi negara-negara yang mayoritas berpenduduk muslim, seperti Indonesia yang setiap harinya terdapat ribuan orang menuju Arab Saudi untuk menjalankan ibadah umroh.
Akhmad Kholil Ketua DPD AMPHURI (Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umroh Republik Indonesia) Kalbar, yang juga pemilik travel umroh dan haji Muzdalifah Pontianak mengatakan bahwa akibat penutupan sementara ini pihaknya pun mengalami kerugian, sebanyak 90 jamaah yang akan melaksanakan ibadah umroh melalui travel nya terancam gagal berangkat.
"Ini tentunya imbasnya kepada semua travel yang ada di seluruh dunia, terutama Indonesia yang mendatangkan ribuan jamaah untuk melaksanakan ibadah Umroh,"ungkapnya.
Atas hal penutupan tersebut pihaknya masih menunggu Informasi hingga berapa lama penutupan ini dilakukan.
"Mungkin kita akan mereschedule kembali jadwal kebetangkatan, sambil menunggu situasi yang kondusif dan pemerintah Arab Saudi memberikan Lampu hijau untuk bisa masuk, baru kita re schedule keberangkatan," katanya.
"Khusus untuk jemaah dari travel saya yang akan berangkat pada tanggal 8 Maret 2020, inikan waktunya masih 10 hari lagi, kita lihat apakah itu waktunya re Schedule atau tidak tergantung dari informasi teman - teman dari AMPHURI, karena AMPHURI adalah asosiasi yang sebagai orang tua kita, Kita menanti info terkini dari beliau, Apabila itu nanti jadwalnya di re schedule, kami mengikuti saja,"paparnya.
Iapun menghimbau kepada seluruh jamaahnya, agar tidak khawatir, pihaknya berjanji akan tetap memberangkatkan seluruh jamaah bila pihak pemerintah Arab Saudi telah membuka kembali jalur umroh kenegaranya.
Pengumuman tersebut diterbitkan untuk mencegah penyebaran wabah corona virus atau COVID-19 yang belakangan meluas hingga ke Timur Tengah dan untuk mencegah wabah masuk ke wilayah kerajaan.
Lewat cuitan Kementerian luar negeri (Kemlu) Arab Saudi berbahasa Inggis, Rabu (26/2/2020), di twitter diterangkan visa turis dari negara dimana COVID-19 tengah merebak, sementara waktu ditangguhkan.
Kebijakan penangguhan juga diberlakukan bagi mereka yang ingin bepergian dari dan menuju ke negara kerajaan itu dengan menggunakan kartu identitas nasional.
Dalam keterangan tersebut, pemerintah Arab Saudi memberikan pengecualian kepada warga Arab Saudi yang sedang berada di luar negeri, yang ketika meninggalkan negara itu menggunakan kartu identitas nasional.
Begitu pula warga negara-negara Dewan Kerjasama Teluk yang masuk ke Arab Saudi dengan menggunakan kartu identitas nasional dan kini ingin kembali ke negara masing-masing, masih diperbolehkan untuk memasuki wilayah negara pengekspor minyak tersebut.
Arab Saudi, dalam keterangannya di twitter juga menegaskan bahwa prosedur ini bersifat sementara dan akan kembali dievaluasi oleh pihak berwenang.
Kementerian Luar Negeri Arab Saudi juga menyerukan kepada warga negaranya untuk tidak melakukan perjalanan ke negara-negara di mana wabah virus korona saat ini sedang meluas.
Pemerintah Arab Saudi menghentikan sementara waktu kegiatan umrah, sebagai langkah pencegahan penyebaran virus corona atau covid-19 di negara itu.
Arab Saudi juga mengeluarkan larangan untuk mendatangi Masjid Nabawi.
Penangguhan masuk bagi calon jemaah umrah berlaku untuk jamaah Indonesia dan 21 negara lainnya.
Dilansir dari SPA, Kamis (27/2/2020), atas rekomendasi Kementerian Kesehatan, kegiatan umrah dihentikan sementara waktu bagi jamaah yang berasal dari negara China, Iran, Italia, Korea, Jepang, Thailand, Malaysia, Indonesia, Pakistan, Afghanistan, Irak, Filipina, Singapura, India.
Kemudian Lebanon, Suriah, Yaman, Azerbaijan, Kazakhstan, Uzbekistan, Somalia, Vietnam atau negara lain yang akan menunjukkan lebih banyak kasus korona meningkat.
Pemerintah Saudi akan terus melakukan evaluasi atas aturan penangguhan itu.
Dilaporkan sampai saat ini, 80.000 orang di seluruh dunia dinyatakan positif dan merenggut nyawa lebih dari 2.700 orang yang sebagian besar ada di China.

Release : bacafornearme.com

Post a Comment

0 Comments