Gubernur Jambi buka latgab penyelamatan evakuasi dan penanganan pengungsi Tahun 2020



Gubernur jambi didampingi Bupati dan wakil Bupati kerinci, Kapolres dan Dandim 0417 kerinci saat menghadiri latihan gabungan penyelamatan evakuasi dan penanganan  pengungsi Tahun 2020.

Andalasnews.com, Kerinci - Bertempat di Lapangan PTPN VI kayu aro-kerinci. Kamis (27/2/2020), Gubernur jambi, Dr.Drs.H.Fachrori Umar,M.Hum bertindak selaku inspektur upacara dan membuka langsung Latihan gabungan (Latgab) penyelamatan evakuasi dan penanganan  pengungsi Tahun 2020, tingkat Provinsi Jambi. Mengusung tema “ Kita jaga alam Alam jaga kita”.


Latgab diikuti oleh Badan penanggulangan bencana Daerah se provinsi Jambi, pimpinan DPRD kab. Kerinci,  Unsur forkopinda kabupaten dan provinsi,  OPD terkait,  Anggota TNI, POLRI,  dinas Perhubungan,  Damkar,  BASARNAS, Tagana,  Satpol PP, RAPI,  pramuka dan peserta latihan gabungan serta  para undangan lainnya.


Diawali dengan penyematan tanda peserta latgab secara simbolis oleh gubernur jambi,  tanda telah dibukanya upacara latihan gabungan.


Dalam sambutan gubernur jambi Dr.Drs.H.Fachrori Umar,M.Hum menyampaikan kembali arahan presiden Republik Indonesia terkait penanggulangan bencana, pada  Rapat Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana Tahun 2020, yang dibuka oleh Presiden Republik Indonesia, Ir.H.Joko Widodo (Jokowi), di Sentul International Convention Centre, yang mengusung tema Penanggulangan Bencana Urusan Bersama, Kita Jaga Alam, Alam Jaga Kita, Selasa (4/2/20).


Presiden Jokowi menyampaikan beberapa arahan penanggulangan bencana, diantaranya; Pertama, memerintahkan seluruh instansi pemerintah pusat dan daerah bersinergi melakukan upaya pencegahan, mitigasi dan meningkatkan kesiapsiagaan, pemerintah daerah perlu melakukan pengendalian tata ruang berbasis pengurangan resiko bencana serta sigap terhadap potensi ancaman bahaya sesuai dengan karakteristik wilayah, baik geologi, vulkanologi, limbah hidrometeorologi, biologi, pencemaran lingkungan.

Kedua, dalam hal penanganan bencana yang terjadi di daerah-daerah diperintahkan kepada setiap gubernur, bupati/wali kota harus segera menyusun rencana kontingensi agar tata laksana pasca bencana dapat berjalan baik, termasuk penyediaan sarana dan prasarana kesiapsiagaan yang dapat betul-betul dilaksanakan semua pihak dan harus siap menangani bencana secara tuntas.

Ketiga, mengajak berbagai pihak dalam penanggulangan bencana berkolaborasi (kolaboratif) pentahelix yaitu unsur pemerintah, akademisi dan peneliti, dunia usaha, masyarakat serta dukungan media massa berkolaborasi dalam melakukan pencegahan, pengelolaan lingkungan, rekonstruksi hingga rehabilitasi dampak bencana di Indonesia.


Keempat, dalam penanggulangan bencana, pemerintah pusat dan pemerintah daerah harus meningkatkan kepemimpinan dan pengembangan sumber daya manusia yang handal dalam penanggulangan bencana, penataan kelembagaan yang mumpuni, termasuk program dan anggaran yang harus ditingkatkan sesuai prolioritas RPJMN 2020-2024.

Kelima, TNI dan Polri selalu siap siaga  dalam mendukung upaya penanggulangan bencana termasuk penegakan hukum.

Fachrori mengatakan bahwa penanggulangan bencana di Provinsi Jambi harus lebih baik lagi dari tahun-tahun sebelumnya. Tutup fachrori. (Hest)

Post a Comment

0 Comments