Alvia Santoni : Kampus STIE-SAK menuju Institut Bisnis dan Komunikasi

Dr. Alvia Santoni, S.E., MM.

Andalasnews.com, Sungai Penuh - Rabu (05/02), Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Sakti Alam Kerinci (STIE-SAK) Pagi tadi menyelenggarakan kegiatan Ngobrol Pintar (Ngopi) yang dihadiri oleh Walikota Jambi Syarif Pasha sebagai Narasumber kegiatan tersebut. Kegiatan itu merupakan agenda rutin setiap semester sebagai bagian dari pelaksanaan Program Kerja Ketua STIE-SAK, Dr. Alvia Santoni, S.E., MM.

Alvia Santoni yang akrab dengan sapaan Pak Antos itu menjelaskan bahwa acara-acara semacam itu rutin dilaksanakan untuk menunjang kualitas diri mahasiswa kemudian sebagai upaya mencapai visi dan misi kampus dan juga dalam usaha memperbaiki Akreditasi Kampus STIE-SAK menuju Akreditasi A.

"Setiap satu semester, STIE selalu mengadakan kegiatan yang bersifat menunjang kualitas diri Mahasiswa. Dalam kegiatan ini yang diundang, akademisi, politisi yang kesemuanya merupakan tokoh publik dan ini menambah poin dalam penilaian akreditasi. Saya mengundang tokoh-tokoh intelektual untuk dipelajari ilmunya sebagai dorongan bagi mahasiswa STIE supaya semangat dalam berkompetisi dengan mahasiswa di Perguruan Tinggi lainnya. Keuntungan dari kegiatan ini adalah di segi institusi sendiri akan mempengaruhi nilai akreditasi. Bagi mahasiswa, agar tidak minder hanya karena cuma sekolah di Sekolah Tinggi," jelasnya.

Lebih lanjut ia menerangkan, saat ini sedang memperjuangkan STIE-SAK untuk menjadi Kampus Institut Bisnis dan Komunikasi (IBK) yang merupakan program jangka pendek yang telah ia tetapkan selama periode kepemimpinannya dan akan diajukan pada bulan Maret nanti serta ditargetkan sah menjadi Institut pada Bulan Agustus mendatang.

"Saat ini kita lagi perjuangkan kampus STIE menuju institut, Proposal utk pengajuan sedang digodok, nanti diajukan bulan Maret dan targetnya bulan Agustus udah jadi Institut," jelasnya lagi.


Program Jangka Menengah yang ia laksanakan adalah reakreditasi atau mempertahankan akreditasi saat ini sampai 2024 nanti bahkan langsung menembus program jangka panjangnya yakni STIE-SAK dengan Akreditasi A.
Langkah yang dilakukannya adalah dengan menyekolahkan dosen-dosen tetap dan mempersiapkan paling sedikit lima dosen dengan bergelar doktor.

Ditanyai mengenai syarat menjadi institut, ia menyebutkan salah satunya adalah kampus memiliki tiga program studi dan sekarang kampus STIE sudah memiliki itu. (Hanafi)

Posting Komentar

0 Komentar