Resah Dengan Kasus-Kasus Mangkrak Di Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci yang Lamban Ditangani, HMI Cabang Kerinci Lakukan Dialog Dengan Kejari Sungai Penuh

Cito Fransisko (Kiri) dan Sumarsono (Kanan)
(Ketum HMI Cabang Kerinci dan Kasi Intel
Kejari Sungai Penuh)

Andalasnews.com, Sungai Penuh - Rabu (08/01/2020), Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kerinci, Cito Fransisko menyampaikan rasa terima kasihnya pada Kejaksaan Negeri (Kejari) Sungai Penuh pasca bertemu dan melakukan dialog dengan Kasi Intel Kejari Sungai Penuh Senin kemarin (06/01). Hal itu berkenaan dengan penanganan kasus-kasus mangkrak yang terjadi di Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh yang akan segera ditindak.

Pembahasan tersebut seputar permasalahan kasus-kasus yang sampai saat ini masih belum tuntas seperti tambang ilegal Galian C, proyek mangkrak yang ada di Kota dan Kabupaten.

"Kami meminta pihak kejari untuk mengusut dan menuntaskan segala persoalan yang ada di Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci terkhusus untuk kasus-kasus proyek mangkrak dan tambang ilegal galian C," Ungkap Cito

Kasi Intel Kejari menanggapi bahwa untuk permasalahan tersebut kejari sendiri segera melakukan penindakan sesuai dengan prosedur hukum yang ada.

Tak lama setelah itu diberitakan pula kedatangan Jaksa Agung RI, ST Burhanuddin di Kejari Jambi untuk membahas permasalahan yang sama. Kedatangan Jaksa Agung RI adalah untuk menggelar pertemuan dengan jaksa-jaksa yang ada di daerah khususnya di Provinsi Jambi Selasa kemarin (07/01).

Pertemuan itu dilakukan untuk penguatan jaksa-jaksa yang ada di daerah dan Jaksa Agung RI berpesan supaya tidak ada lagi jaksa yang nakal serta harus cepat menyelesaikan kasus-kasus korupsi yang belum tuntas. 

Laporan : Jurnalis Andalas (Hanafi)

Post a Comment

0 Comments