Pembangunan Jalan Renah Pemetik Terhenti, Petani Mengeluh

Jalan pungut - Renah pemetik

Andalasnews.com, Kerinci - (30/12/2019), Pembangunan jalan akses menuju tiga wilayah Desa Pasir Kuning, Lubuk Tabun dan Pasir Jaya  di Kecamatan Siulak Mukai, Kabupaten Kerinci atau biasa dikenal dengan Renah Pemetik sampai saat ini belum menunjukkan hasil yang signifikan. Hal ini membuat petani mengeluh setelah menunggu pembangunan jalan tersebut untuk sekian lama.

Pembangunan jalan sudah dimulai dari tahun 2018 yang lalu hingga sampai dipenghujung tahun ini juga masih belum bisa memudahkan akses bagi warga sekitar khususnya petani di daerah tersebut.

Dilansir dari lpsekerinci.go.id, anggaran yang disediakan Pemerintah Kabupaten Kerinci untuk pembangunan jalan pada tahun ini senilai 5 miliar rupiah. Proyek pembangunan dilakukan pada bulan September lalu dan kabarnya terhenti pada bulan November kemarin.

Masyarakat menduga proyek pembangunan jalan tersebut merupakan percepatan pembangunan yang dilakukan pemerintah untuk kepentingan Event Tour de Singkarak semata  yang serta merta  terhenti ketika Event tersebut usai.

Salah seorang petani di daerah tersebut, Mayzen mengatakan bahwa ada sekitar 30 KM jalan yang masih dalam kondisi rusak parah dan berlubang serta sulit untuk dilintasi saat musim hujan karena pembangunan yang kurang maksimal.

"Dari Pungut Mudik ke Sungai Kuning ada sekitar 30 KM yang belum tersentuh pembangunan, kemudian akses menuju tiga desa juga belum maksimal," katanya saat dihubungi andalasnews.com (29/12).

Ia berharap Pemkab Kerinci untuk cepat dalam menyikapi permasalahan tersebut dan menaruh perhatian untuk mendengar keluhan masyarakat. Jika memang masalah pembangunan yang akan memakan waktu lama hendaknya pemerintah membangun jalan alternatif supaya bisa dipakai sementara waktu menjelang pembangunan selesai.

"Pemkab harus cepat mendengar keluhan masyarakat khususnya untuk akses jalan bagi para petani. Saat musim penghujan petani sangat kesulitan mengangkut hasil pertanian mereka dan ongkos produksi pun jadi mahal. Pemda mesti punya jalan alternatif untuk masalah ini paling tidak dengan diadakannya penimbunan sementara untuk akses di titik-titik yang rusak parah. Inti nya adalah perhatian yang saat ini kami perlukan." Tegasnya.

Laporan :
Jurnalis Andalasnews (iqbal hanafi)

Post a Comment

0 Comments