Teti : "sanggar kerinci - kota sungai penuh terlantar karena Kurang pembinaan disparbud "

Para seniman sanggar ilok rupo

Www.andalasnews.com, Sungai penuh - kerinci dan kota sungai penuh bukan saja dikenal sebagai pusat wisata dengan panorama alamnya nan mempesona, tapi kerinci juga memiliki segudang potensi seni dan budaya sangat luar biasa yang sudah ada sejak beratus-ratus tahun silam. Kearifan lokal tersebut menjadi pusaka warisan leluhur kerinci yang diwariskan secara turun temurun dari generasi ke generasi hingga saat ini.
Mulai dari seni Tari, bela diri (silek), alat musik tradisional, aksara dan masih banyak lagi.


Namun sayangnya, dari hasil penelurusan Andalas, kearifan lokal di kerinci dan kota sungai penuh tidak berkembang dengan baik, meskipun banyak wadah seperti sanggar seni untuk menempa kreasi para seniman pecinta seni dan budaya kearifan lokal. salah satu sanggar seni ternama di kerinci dan kota sungai penuh yang sudah cukup dikenal hingga keluar daerah adalah sanggar seni "ilukWww.andalasnews.com, kerinci - kerinci bukan saja dikenal sebagai pusat wisata dengan panorama alamnya nan mempesona, tapi kerinci juga memiliki segudang potensi seni dan budaya sangat luar biasa yang sudah ada sejak beratus-ratus tahun silam. Kearifan lokal tersebut menjadi pusaka warisan leluhur kerinci yang diwariskan secara turun temurun dari generasi ke generasi seperti saat ini.
Mulai dari seni Tari, bela diri (silek), alat musik tradisional, aksara dan masih banyak lagi. Namun sayangnya, dari hasil penelurusan Andalas, kearifan lokal di kerinci dan kota sungai penuh tidak berkembang dengan baik, meskipun banyak wadah seperti sanggar seni untuk menempa kreasi para seniman pecinta budaya kearifan lokal. Seperti salah satu sanggar seni ternama di kerinci dan kota sungai penuh yaitu sanggar seni "iluk rupo"


Sanggar yang sekaligus merupakan museum tersebut didirikan oleh budayawan yang juga sejarawan kerinci-sungai penuh yaitu, alm. Iskandar zakaria. Museum sederhana namun memiliki banyak koleksi benda2 antik tersebut berlokasi di dusun nek kota sungai penuh.
Kini museum tersebut dirawat Meizateti Qadarsih, teti merupakan anak sulung Alm. Iskandar zakaria, ia lah saat ini yang meneruskan berjalannya museum dan sanggar iluk rupo.

Saat kunjungan Andalas ke iluk Rupo, Teti bercerita bahwa sanggar dan para seniman kerinci dan kota sungai penuh saat ini banyak yang terlantar, hal itu disebabkan karena kurangnya pembinaan serta perhatian dari pemerintah setempat, khususnya dinas pariwisata dan budaya "banyak sanggar dan para seniman yang menggiatkan seni dan budaya terlantar karena kurang mendapatkan pembinaan serta perhatian dari pihak terkait yang dalam hal ini adalah pemerintah setempat, agar sanggar mampu bertahan kita terpaksa jalan sendiri" ungkap teti. (And)



Posting Komentar

0 Komentar